Komunalbox.com
Dalam masyarakat Jawa ada satu ciri wanita yang dipercaya pembawa sial.
Tak sampai di situ, pria atau pasangan wanita tersebut bisa mati muda karena kesialannya.
Dalam Primbon Jawa juga dikenal satu wanita paling pembawa sial. Wanita itu adalah wanita bahu laweyan.
Wanita bahu laweyan digambarkan memiliki fisik nyaris sempurna tetapi membawa sial.
Bahkan pria diingatkan tidak mudah tergoda. Sebab pria yang menikahi wanita bahu laweyan akan sial bahkan terancam mati muda secara mengenaskan.
Menurut berbagai sumber, bahu laweyan adalah salah satu bentuk katuranggan yang melekat pada diri wanita. Katuranggan adalah satu bentuk ilmu titen.
Menurut cerita masyarakat Jawa, perempuan bahu laweyan kehidupannya berjalan tidak normal.
Wanita bahu laweyan memiliki aura mahluk halus yang sangat jahat. Ia mempunyai berbagai macam keganjilan-keganjilan yang tidak dijumpai oleh wanita normal lainnya.
Suasana mistis selalu mengiringi sepanjang hidupnya, seperti tatapan matanya yang kosong, pendiam, dan penyendiri.
Meskipun demikian wanita bahu laweyan biasanya memiliki paras yang cantik yang mudah membuat pria terpikat.
Konon wanita bahu laweyan kebal terhadap serangan berbagai ilmu hitam seperti santet, teluh dan lainnya.
Namun siapa saja pria yang menjadi suaminya atau pasangan akan meninggal dengan cara yang mengenaskan.
Seorang perempuan terpilih menjadi bahu laweyan, maka dalam dirinya akan melekat sifat-sifat nagatif atau buruk yang membuatnya berbeda dengan perempuan lainnya.
Mereka juga tidak akan dapat memiliki keturunan.
Yang dipercaya juga masyarakat Jawa bahwa wanita yang bahu laweyan digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut.
1. Perempuan yang memiliki ciri khusus berupa toh atau tompel, tahi lalat besar yang ada dibahu kirinya.
2. Perempuan yang memiliki toh tepat diatas kemaluannya.
3. Lubang serupa lesung pipit di pipi yang terletak tepat dipunggungnya.
4. Perempuan dengan bahu yang melengkung seperti busur panah.
Meski demikian, ada masa di mana semua efek negatif dari wanita bahu laweyan itu akan berakhir.
Jika itu sudah habis maka wanita tersebut tidak akan lagi membawa sial, pria yang menikahinya tidak akan lagi mati muda dan mengenaskan.
Dipercaya masyarakat Jawa jika semua efek negatif itu akan hilang ketika wanita bahu laweyan sudah memakan korban tujuh laki-laki.
Kutukan terhadap diri wanita itu tidak lagi berlaku jika ada pria ke delapan yang menikahinya.
Itulah wanita pembawa sial yang bisa bikin pasangan mati muda menurut Primbon Jawa.

Komentar
Posting Komentar