Komunalbox.com
PAJAJARAN di bawah
pimpinan Raja Prabu Siliwangi menjadi sebuah kerajaan yang kuat dan disegani.
Hal ini tak terlepas dari strategi pertahanan dari Prabu Siliwangi atau yang
bernama asli Sri Baduga Maharaja.
Prabu Siliwangi memiliki taktik dengan menunjukkan Siksakanda
Karesian sebagai bentuk aturan negara.
Dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan
Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" tulisan Fery Taufiq El
Jaquenne, Prabu Siliwangi menciptakan keadilan menggunakan pedoman kitab
ini. Hal ini menjadikan masyarakat mematuhi kitab tersebut. Bahkan kitab
Siksakanda Karesian telah dipelajari secara luas oleh masyarakat Sunda.
Sri Baduga Maharaja juga memiliki sistem teknis yang bagus,
ia membentuk satuan tentara yang kuat. Tentara ini membuat negara Sunda yang
beribukota di Pakuan Pajajaran disegani oleh siapa pun. Pada Carita Parahyangan
menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kesatuan tentara kerajaan.
Satuan tentara mulai bayangkara yang bertugas sebagai penjaga
keamanan, kemudian prajurit pamarang yang ahli dalam memainkan pedang, dan
pamanah, artinya pasukan elite yang bertugas khusus memainkan panah. Tiga
prajurit elite Kerajaan Pajajaran ini berada di bawah hulujurit. Di bawah satu
komando tersebut, semua pasukan mampu bersatu padu menyelesaikan permasalahan
yang terjadi.
Kendati memiliki prajurit yang mahir berperang, menariknya di
era Prabu Siliwangi terkenal tidak pernah berperang. Tetapi kehebatan
pasukannya dikenal di seluruh kerajaan di nusantara. Ketangguhan prajurit
Pajajaran teruji di era Prabu Surawisesa setelah Prabu Siliwangi
mangkat.
Carita Parahyangan mengisahkan di masa pemerintahan Surawisesa tercatat
melakukan serangan 15 kali selama menjabat sebagai raja di Pajajaran. Sebagai
usaha meningkatkan pertahanan dan keamanan, Prabu Siliwangi juga pernah
melakukan hubungan diplomatik dengan bangsa Portugis saat menduduki Malaka pada
tahun 1511 Masehi.
Koalisi ini semakin harmonis semenjak tanggal 21 Agustus 1522
Masehi, telah disepakati bersama untuk menjalin hubungan bidang militer.
Perjanjian ini menerangkan Portugis akan membantu Kerajaan Pajajaran dan siap
mengerahkan seluruh kekuatan, jika terjadi perselisihan dengan kerajaan mana
pun. Sebagai imbalannya, pihak Portugis meminta izin mendirikan benteng di
Bandar Banten, dan diberi hak untuk mendapatkan 1.000 karung merica.

Komentar
Posting Komentar