Langsung ke konten utama

Postingan

Ritual Seks Bebas di Gunung Kemukus? Itu Masa Lalu

 Komunalbox.com Sragen - Objek wisata Gunung Kemukus di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menghapus bayangan masa lalu. Kini, Kemukus tidak lagi lekat dengan ritual seks bebas. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Sragen untuk mengikis stigma di objek wisata Gunung Kemukus. Terakhir, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Kementerian PUPR menggelontorkan dana Rp 48 miliar untuk menata kawasan wisata di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang itu. "Harapannya New Kemukus nanti menjadi obyek wisata yang nyaman untuk keluarga maupun peziarah. Penataannya sejak Oktober 2020, diharapkan Januari 2022 sudah rampung," kata penanggungjawab objek wisata Gunung Kemukus, Marcellus Suparno, saat ditemui detikTravel akhir pekan lalu. Dengan dana Rp 48 miliar, Kemukus dirombak total dari pintu masuk sampai lokasi makam Pangeran Samudro. Untuk menarik pengunjung, di tepi jalan Solo-Purwodadi (akses ke kawasan wisata Kemukus) kini terdapat dua bangunan menjulang dengan ornamen besar ...

Malapetaka Asal Usul Trowulan Jadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit

 Komunalbox.com SEJARAH lebih mengenal Trowulan sebagai ibu kota Majapahit. Namun, tahukah anda bahwa ibu kota Majapahit juga pernah berada di Tarik. Namun, ada juga yang menyebut Daha, bekas ibu kota Kerajaan Kediri. Perpindahan ibu kota Majapahit ke Daha, bahkan memicu peperangan hebat dengan Demak. Sekaligus naiknya Demak, sebagai Kerajaan Islam, pada awal abad ke-16 yang dipimpin oleh Raden Patah, penerus Kerajaan Majapahit. Demikian, ulasan Cerita Pagi hari ini akan membahas tentang riwayat ibu kota kerajaan terbesar di Nusantara itu. Berdasarkan catatan Tom Pires yang berjudul Suma Oriental, pada tahun 1513 di Pulau Jawa ada seorang raja bernama Bhatara Vigiaya atau Bhatara Wijaya. Ibu kota kerajaannya disebut-sebut berada di Dayo atau Daha. Ada yang menarik dalam memoar Prof. Dr. Ayatrohaedi atau yang akrab disapa Mang Ayat, guru besar widyapurba dan widyabasa FS-FIB Ul. Ayatrohaedi mengungkap sosok yang menentukan Trowulan sebagai ibu kota Majapahit. Katanya, se...

TERKUAK! Harta Karun Soekarno Disembunyikan Disini Ternyata, Kata Ahli Spiritual Dikubur di 5 Tempat Ini

Komunalbox.com   Indonesia  sempat dihebohkan dengan misteri  harta karun   Soekarno . Tak hanya itu, banyak orang memburu  harta karun   Soekarno  dengan berbagai cara yang bisa dilakukan. Sebab,  harta karun   Soekarno  dinilai memiliki angka yang sangat fantastis. Bahkan katanya, separuh  harta karun   Soekarno  bisa melunasi seluruh hutang negara  Indonesia . Namun, hingga saat ini belum ada yang bisa menemukan  harta karun   Soekarno . Karena lokasinya takkan bisa dijangkau oleh manusia. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pakar spiritual bernama Simbah. Menurut Simbah,  harta karun   Soekarno  takkan bisa ditemukan karena telah disembunyikan secara  gaib . "Siapapun takkan bisa mengambil harta yang dighaibkan, walaupun ilmunya sundul langit," tegas Simbah Karena disembunyikan menggunakan selimut  gaib , manusia tak akan pernah bisa menemukan  hart...

Tidak Ada Raja Sunda Bernama Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran, yang Ada adalah…

 Komunalbox.com Tidak ada Raja Sunda bernama Prabu Siliwangi. Juga tidak ada Kerjaan Pajajaran. Hal itu diungkapkan Prof Dr Ayatrohaedi. Arkeolog dan ahli bahasa Universitas Indonesia (UI) tersebut, meneliti Naskah Wangsakerta dari Cirebon sejak akhir tahun 1970-an. Menurut naskah itu, kata Ayat, sebenarnya tidak ada raja Sunda bernama Prabu Siliwangi. Nama itu hanyalah julukan bagi raja-raja Sunda yang menggantian Prabu Wangi yang gugur di Bubat.   Prabu Wangi sendiri nama sebenarnya adalah Prabu Linggabhuwana atau dalam Carita Parahiyangandisebut Prabu Maharaja.   Julukan Prabu Wangi diberikan kepadanya oleh rakyatnya karena ketegarannya mempertahankan martabat Sunda.   “Lalu, raja-raja sesudahnya dikenal sebagai Prabu Siliwangi yang maksudnya asilih prabu wangi atau ‘menggantikan Prabu Wangi’,” kata Ayat.   Ada berapa raja Sunda yang menggantikan Prabu Wangi? Menurut Ayat, Naskah Wangsakerta dan Carita Parahiyangan mencatat jumlah yang sama, yaitu...

Inilah Ciri Pelaku Pesugihan Buto Ijo, Salahsatunya Mengecat Rumah dengan Warna Ini

 Komunalbox.com Mendengar kata  pesugihan  tentu yang terlintas di dalam pikiran adalah tumbal nyawa. Praktik  pesugihan  hitam dari bangsa jin terutama buto ijo sangat sering meminta tumbal nyawa manusia sebagai syarat ritual. Seperti diketahui sosok buto ijo dalam  pesugihan  dikenal sebagai salahsatu makhluk gaib yang senang menampakkan wujudnya pada manusia. Sosok buto ijo memiliki perwujudan yang sangat besar, memiliki sedikit bulu, dan taring yang menjuntai. Biasanya untuk memanfaatkan jasa dari makhluk halus seperti ini, harus melalui perantara ahli spiritual ilmu hitam yang tinggi dan mampu berkomunikasi dengan alam gaib. Mbah Firman mengungkap jika sosok buto ijo tidak dapat dikendalikan oleh sembarang orang karena memiliki perangai bengis dan sulit dikontrol. Sebelum melakukan ritual pemanggilan buto ijo untuk  pesugihan , ada beberapa syarat dan sarana yang harus dipersiapkan seperti kembang setaman. Setelah buto ijo dipan...

Kampung Hilang Misterius di Waduk Situ Gede Tasikmalaya, Persembunyian Koruptor Hingga Zaman Pajajaran

 Komunalbox.com Waduk  Situ Gede  menjadi salah satu objek wisata andalan Kota  Tasikmalaya  di Jawa Barat. Waduk  Situ Gede  ini diyakini sebagai objek wisata bangsawan pada zaman kolonial. Pasalnya, banyak pejabat kolonial saat itu berkunjung untuk menikmati keindahan  Situ Gede . Salah satu daya tarik  Situ Gede  yakni memiliki pulau di tengah danau tersebut. Di tengah pulau itu ada makam keramat tokoh penguasa di masa silam, Eyang Prabudilaya. Selain itu,  Situ Gede  juga menyimpan kisah misteri, yakni tentang kampung yang  hilang   misterius , yakni  Kampung  Sinjang Moyang. inilah empat fakta tentang  Kampung  Sinjang Moyang yang  hilang   misterius  di  Situ Gede . 1. Lokasi  Kampung  Sinjang Moyang Kampung  ini letaknya ada di kawasan  Situ Gede  saat ini. Namun, lokasi persisnya hingga kini masih menjadi rahasia secara turun temurun....

Ternyata Begini Sejarah dan Asal Usul Nama Gunung Kemukus di Sragen

 Komunalbox.com Bagaimana  sejarah  dan asal usul nama  Gunung Kemukus  di  Sragen , Jawa Tengah? Terdapat makam  Pangeran Samudro  di bukit yang berlokasi di Pendem, Kecamatan Sumberlawang ini. Menurut cerita, makam tersebut bakal menjadi cikal bakal adanya Gunung Kemukus. Bersumber dari artikel yang tayang di situs resmi  Pemkab Sragen , Pangeran Samudro merupakan putra Raja Majapahit terakhir dari istri selir. Ketika Kerajaan Majapahit runtuh, Pangeran Samudro dan ibunya yang bernama Ontrowulan diboyong ke Demak Bintoro oleh Sultan di Demak. Dari sini sejarah dan asal usul Gunung Kemukus bermula. Selama di Demak, Pangeran Samudro dibimbing tentang ilmu  Islam  oleh  Sunan Kalijaga . Setelah dirasa cukup, Pangeran Samudro diminta untuk berguru lagi kepada Kiai Ageng Gugur dari Desa Pandan Gugur, lereng  Gunung Lawu. Pangeran Samudro pun menuruti permintaan gurunya tersebut. Selama di lereng Gunung Lawu, dia belaj...